Mengenal SDN Kemuningan 2 Kec. Taman Krocok
Dalam rangka mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran diperlukan suatu kurikulum yang
dijadikan sebagai pedoman bagi para pendidik dalam
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Kurikulum
sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19)
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional
menurut Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan
nasional berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 (Pasal 2), berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab (Pasal 3).
Penyusunan kurikulum operasional di UPTD SPF SD
Negeri Kemuningan 2
Kecamatan Taman Krocok disesuaikan kekhasan, kondisi dan pontensi daerah,
keunikan sekolah. dan karakteristik peserta didik.
Kurikulum opreasional satuan pendidikan menggambarkan
keunikan sosial budaya, guru dan tenaga kependidikan.
Dalampengembangannya, kurikulum operasional sekolah akan mengacu pada capaian pembelajaran yang telah disusun oleh pusat dan diterjemahkan dalam alur tujuan pembelajaran yang dikonkritkan dalam proses pembelajaran.
Penyusunan dan pengembangan kurikulum operasional
di UPTD SPF SD Negeri Kemuningan 2 berfokus kepada
pemenuhan kebutuhan peserta didik dengan mengembangkan kompetensi dalam perubahan kehidupan abad ke-21.
UPTD SPF SD Negeri Kemuningan 2 berdomisili di daerah pinggiran yang kira- kira 15 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bondowoso dan kira-kira 4 km dari pusat kantor Kecamatan. Pengembangan ekonomi di Lingkungan
sekolah berada pada kondisi ekonomi menengah ke bawah dan jauh dari pusat sarana kesehatan / puskesmas, yang ada hanya Pustu (Puskesmas
Pembantu) sehingga menjadi salah
satu faktor
penghambat dalam proses pembelajaran.
Latar belakang keagamaan yang mayoritas bahkan hingga
100% adalah peserta didik beragama Islam. Secara sosial budaya, peserta
didik memiliki latar belakang
ekonomi orang tua yang berbeda. Sebagian orang tua
bekerja sebagai buruh tani di sekitar sekolah
dan sebagian bekerja di luar daerah.
Minat bakat peserta
didik sangat beragam. Berdasarkan perbedaan latar belakang tersebut maka
memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu diimplemetasikan secara utuh
di UPTD SPF SD Negeri Kemuningan 2. Maka dalam penyusunan Kurikulum
Operasional, karakteristik peserta didik dengan
segala latar belakangnya menjadi satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang berkeadilan dalan
kebhinekaan.
Karakteristik pendidik dan Tenaga
Kependidikan cukup memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jumlah guru yang
PNS 1 orang, 8 guru
PPPK, Tenaga
Kependidikan (Penjaga sekolah) 1 orang juga PTT. Tenaga Sukwan 3 orang.
Kualifikasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berijazah sarjana 11 orang. Begitu juga Tenaga Sukwan 3 orang
berkualifikasi S1. Penjaga Sekolah berijasah SLTA. Memiliki 1 orang tenaga pustakawan dan tenaga adminitrasi.
Sarana dan prasarana kurang memadai. Ruang kelas berjumlah 6 ruang. Dengan rincian 6 ruang kelas di
sekolah, kamar mandi terdapat 1 ruang, namun kurang
memadai. Ruang kepala sekolah tidak ada, kepala sekolah berkantor di ruang
guru. Perpustakaan ditempatkan di salah satu ruang kelas dengan referensi
buku-buku perpustakaan yang cukup memadai pula. Serta memilki halaman yang
cukup luas. Sirkulasi udara dan keamanan lingkungan cukup baik, dan tidak rawan
bencana.
Tujuan akhir capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara
umum adalah untuk membentuk karakter peserta didik untuk menumbuhkan keimanan, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif dengan mengakomodir keragaman tersebut.

Komentar
Posting Komentar